Panduan
Berapa Biaya Membuat Website untuk UMKM? Rincian Lengkap dan Cara Menghematnya
Rincian biaya membuat website usaha: domain, hosting, SSL, desain, fitur, dan biaya perpanjangan tahunan, plus tips memilih paket yang sesuai budget UMKM.
Oleh Tim TapWebsite7 menit baca

Pertanyaan pertama hampir semua pemilik usaha sebelum membuat website adalah: berapa biayanya? Jawabannya sangat bervariasi, dari ratusan ribu sampai puluhan juta rupiah. Perbedaannya bukan sekadar soal mahal atau murah, tapi soal apa saja yang sudah termasuk di dalam harga tersebut.
Artikel ini membahas komponen biaya website satu per satu, supaya kamu bisa membandingkan penawaran dengan adil dan tidak kaget dengan biaya tambahan di kemudian hari.
Komponen biaya website
1. Domain
Domain adalah alamat website, misalnya namausaha.com atau namausaha.id. Domain dibayar per tahun. Harga domain .com dan .id umumnya berkisar puluhan sampai ratusan ribu rupiah per tahun, tergantung penyedia dan promo.
2. Hosting
Hosting adalah server tempat file website disimpan supaya bisa dibuka kapan saja. Hosting juga dibayar per tahun. Untuk website usaha kecil, hosting tidak perlu yang paling mahal, tapi sebaiknya cepat dan stabil karena kecepatan memengaruhi kenyamanan pengunjung dan posisi di Google.
3. Sertifikat SSL
SSL membuat alamat website diawali https dan menampilkan ikon gembok di browser. Tanpa SSL, browser akan menandai website sebagai tidak aman. Banyak penyedia hosting sekarang sudah menyertakan SSL gratis, tapi pastikan hal ini tertulis jelas di penawaran.
4. Desain dan pembuatan
Ini biaya terbesar dan paling bervariasi. Desain dari template yang disesuaikan biasanya jauh lebih terjangkau dibanding desain custom yang dibuat khusus mengikuti brand. Jumlah halaman dan jatah revisi juga ikut menentukan harga.
5. Fitur tambahan
Fitur seperti keranjang belanja, ongkos kirim otomatis, pembayaran online, blog, atau formulir khusus menambah biaya karena butuh pengerjaan dan pengujian lebih banyak.
Kisaran biaya berdasarkan jenis website
- Landing page: satu halaman untuk promosi satu produk atau layanan. Paling terjangkau dan materinya paling sedikit.
- Company profile: beberapa halaman seperti beranda, tentang, layanan, galeri, dan kontak. Cocok untuk memperkenalkan usaha secara lengkap.
- Toko online: katalog produk, keranjang, ongkos kirim, dan pembayaran online. Biayanya lebih tinggi karena fiturnya lebih banyak.
- Custom website: fitur dan alur yang dibuat khusus, misalnya sistem pemesanan atau member area. Harganya tergantung kebutuhan.
Jangan lupa biaya tahun berikutnya
Banyak penawaran murah hanya menghitung tahun pertama. Setelah satu tahun, domain dan hosting harus diperpanjang. Tanyakan sejak awal berapa biaya perpanjangannya, supaya website tidak tiba-tiba mati karena lupa bayar.
Tips menghemat biaya website
- Mulai dari yang kamu butuhkan sekarang. Landing page sering sudah cukup untuk usaha yang baru mulai berjualan online.
- Siapkan materi sebelum mulai: logo, foto produk, deskripsi usaha, dan kontak. Materi yang lengkap mempercepat pengerjaan dan mengurangi revisi.
- Pilih desain template yang disesuaikan bila budget terbatas. Kamu bisa naik ke desain custom nanti.
- Pastikan kamu bisa mengubah isi website sendiri, supaya tidak perlu membayar setiap ganti harga atau foto.
- Bandingkan penawaran dari isi paketnya, bukan dari harganya saja.
Kesimpulan
Biaya website terdiri dari domain, hosting, SSL, desain, dan fitur. Website yang tepat bukan yang paling murah atau paling mahal, tapi yang sesuai tujuan usahamu dan transparan soal biaya tahun berikutnya. Kalau masih ragu paket mana yang cocok, konsultasikan dulu kebutuhanmu secara gratis.


